IndiHome di Sekolah Para Juara

By Dunia Kifa - July 06, 2022

 

indihome-blog-competition

Siang yang terik tidak menghalangi empat anak laki-laki duduk anteng di bawah gazebo depan MI Muhammadiyah 11. Di tangan mereka layar gawai menyala, menyita perhatian keempat pasang mata, mereka sedang serius mengamati panduan membuat prakarya di Youtube dengan jaringan WiFi gratis. Angin sepoi-sepoi berhembus pelan, memainkan anak rambut, tapi tidak berhasil mengusir mereka agar segera pulang.

Sejak akhir 2018, sekolah ini memilih IndiHome sebagai partner terbaik layanan penyedia internet untuk memajukan pendidikan. Ya, internet kini memegang peran penting untuk memaksa anak-anak berlari mengikuti zaman, mengukir prestasi, sekaligus menjadi mata pisau yang bisa menghancurkan masa depan mereka.

Itulah alasan lembaga pendidikan memiliki peran besar untuk mengendalikan persepsi dan pemahaman anak saat menggunakan internet. Tidak perlu menunggu anak-anak ini tumbuh remaja, terlebih sejak pandemi memaksa zaman bergulir lebih cepat, anak-anak harus belajar menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi sejak dini.



Internet Tanpa Batas Untuk Karya Terbaik Anak Bangsa

Jaringan internet di masa pandemi dan dunia yang menuntut serba cepat saat ini adalah salah satu modal utama anak untuk belajar. Berbagai macam tutorial dari seluruh dunia, ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi, menyebar dengan cepat melalui internet. Seolah tanpanya, hidup akan terasa sangat primitif.

Tidak heran jika menurut data pada awal tahun 2021 Telkom Indonesia mencatat lebih dari 8.3 juta pengguna IndiHome tersebar, mencakup 496 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Sampai pertengahan tahun 2021, jaringan komunikasi berbasis fiber optic ditambahkan sepanjang 1.898 km, dan panjang jaringan fiber bone mencapai 169.833 km atau setara keliling bumi sebanyak 4 kali.

Fakta ini sejalan dengan perkembangan jumlah pengguna internet yang mencapai 210 juta pengguna pada tahun 2022. Artinya sebanyak lebih dari 76% penduduk Indonesia sudah menjadi pengguna internet aktif. Bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan seluruh penduduk Indonesia kecuali yang masih bayi dan penduduk yang jauh dari jangkauan teknologi, bisa mengunakan internet.

Besarnya cakupan pasar tersebut dibuktikan dengan kejayaan IndiHome sebagai internetnya Indonesia. Dari tahun ke tahun, apalagi saat pandemi, pendapatan dan jumlah pelanggan terus meningkat. Berikut catatan statistiknya:

katadata-pengguna-indihome
Data pengguna IndiHome

Catatan ini adalah bukti bahwa IndiHome mampu menebar manfaat internet lebih luas dan berperan aktif memajukan kehidupan bangsa dan negara. Apalagi di MI Muhammadiyah 11 Jombang, hanya layanan internet dari Telkom Indonesia inilah yang bisa menjangkaunya. Tidak ada provider lain yang mampu menjangkau daerah ini. 

IndiHome di Sekolah Juara

Tahun 2018, adalah momentum MI Muhammadiyah mencetuskan tagline "Sekolah Juara". Kepala madrasah yang baru diangkat pada saat itu meletakkan harapan besar selama masa kepemimpinannya. Beliau ingin melihat sekolah yang dulu membesarkannya menjadi tempat terbaik bagi anak-anak untuk berkembang sesuai zaman. Mereka harus mendapat pendidikan terbaik, meski fasilitas serba terbatas, meski sekolah itu terletak jauh dari keramaian kota.

Beliau tahu pasti, belum banyak yang bisa dilakukan. Dana BOS cukup sebagai modal operasional. Selebihnya, kekuatan alumni dan para donatur terus digerakkan untuk memperbaiki fasilitas. Tekad yang kuat untuk mengasah kemampuan siswa agar menjadi juara sesuai bakat terbaik mereka adalah cita-cita yang harus diupayakan sekuat tenaga.

Lalu apa yang bisa dilakukan IndiHome untuk membantu para dewan guru mewujudkan sekolah juara? Bagaimana jaringan internet mampu mewujudkan prestasi siswa? Dan satu pertanyaan penting lainnya, apakah internet justru tidak melenakan anak-anak dari tugas belajar?

Ya, internet bukan hanya senjata untuk menaklukkan masa depan. Di sisi lain harus diakui bahwa keberadaan internet menjadi pisau bermata dua yang dapat memberi manfaat, sekaligus mematikan. Generasi muda terutama anak-anak yang tidak memiliki filter dan pemahaman tentang bahaya internet dapat dengan mudah kecanduan permainan, tayangan berbahaya dan terganggu kesehatannya.

Oleh karena itu, MIM 11 Pojok kulon berusaha memaksimalkan waktu anak dengan tugas yang perlu didukung jaringan internet agar para siswa tidak punya cukup waktu hanya untuk berselancar di dunia maya dengan hal sia-sia. Apa saja yang mereka lakukan? Berikut diantaranya:

Program BDR

Pandemi memaksa anak usia SD untuk bisa menjalankan program belajar jarak jauh. Mereka belajar menggunakan Zoom, Google Meet, dan aplikasi semacamnya untuk menerima penjelasan guru. Khusus anak kelas bawah, orang tua-lah yang harus aktif menyimak penjelasan guru dan kemudian menjadi guru bayangan bagi anaknya di rumah.

Masalah datang ketika sebagian orang tua tidak memiliki cukup pulsa untuk membeli paket internet. Akhirnya sekolah memberi kebijakan agar siswa dan orang tua yang tidak memiliki paket internet bisa datang ke sekolah menikmati WiFi gratis. Para guru tetap bisa mengawal proses belajar mereka di rumah.

Kabar baiknya, para siswa tinggal tidak jauh dari lingkungan sekolah. Salah satu keuntungan tinggal di desa adalah bisa sekolah dekat dari rumah tanpa khawatir pencemaran udara atau lalu lintas padat kendaraan. Dengan kebijakan ini, anak-anak tetap bisa belajar dengan baik. Lagipula, tidak semua siswa membutuhkan WiFi, jadi tidak ada kerumunan yang terbentuk.

Madrasah Literasi

Rancangan kurikulum 2021/2022 MI Muhammadiyah 11 adalah menjadi madrasah literasi ramah anak. Madrasah Literasi adalah madrasah yang mengembangkan budaya dan dan lingkungan melek teknologi, melek informasi, berpikir kritis, melek literasi dasar, literasi dan peka terhadap lingkungan.

Untuk mewujudkannya, anak-anak dibiasakan untuk membaca buku koleksi perpustakaan sekolah. Baik berupa buku pelajaran, maupun buku cerita. Sebagian koleksi perpustakaan adalah hasil sumbangan alumni dan donatur yang ingin anak-anak memiliki bahan bacaan beragam. Pengurus sekolah menggalang donasi untuk fasilitas sekolah melalui media sosial.



Selain itu, anak-anak diajari untuk mengakses perpusnas dan aplikasi perpustakaan lain untuk memenuhi minat baca mereka. Dengan cara ini anak-anak dapat menambah wawasan melalui bacaan dan menghabiskan waktu lebih banyak bersama buku.

Kegiatan Ekstrakurikuler

Bagi anak, belajar secara terus menerus tentu menjemukan. Akan tetapi hal ini tidak terjadi di MI Muhammadiyah 11, karena setiap hari Sabtu agenda sekolah adalah kegiatan ektrakurikuler yang dibungkus dengan nama: kelas minat dan bakat.

Pelajaran pertama di pagi hari adalah Hizbul Wathan (kepanduan Muhammadiyah) dan Tapak Suci (pencak silat Muhammadiyah). Setelah itu anak-anak bebas memilih kelas. Ada yang mengikuti kelas musik, badminton, futsal, drama, dan tahsin. Ada juga kegiatan drumband yang diagendakan khusus saat akan ada acara tampil.

Uniknya, inspirasi dan referensi kegiatan ini didominasi dari hasil pengamatan para guru. Mereka banyak belajar dari berbagai komunitas guru teladan, guru penggerak, sekolah percontohan, dan banyak lainnya. Sungguh, keberadaan internet di sekolah sangat membantu mereka mendapat inspirasi belajar dengan cara menyenangkan yang bisa dipraktikkan anak-anak. 

Bina Kompetisi

Selain potensi akademik dan non akademik yang terus di asah, para guru juga aktif di dunia maya. Tidak jarang mereka mendapat informasi lomba dari internet dan mengikutinya. Khusus untuk para siswa yang berpotensi mengikuti lomba, sekolah siap melakukan pembinaan khusus agar mereka siap menghadapi lomba.

Daftar-juara-siswa
Sebagian hasil prestasi siswa


Bagi para guru di sekolah juara ini, menang atau kalah hanyalah bonus dari keikutsertaan lomba. Satu hal yang jauh lebih penting dari kemenangan atau kekalahan tersebut adalah rasa bangga ketika anak-anak berhasil tampil. Keberanian dan usaha mereka untuk memberikan yang terbaik adalah hal paling manis yang kelak jadi kenangan indah.

Kolaborasi Pendidikan

Para guru dan orang tua hendaknya benar-benar sadar, bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan pelajaran sekolah. Perlu dukungan orang tua, rasa percaya diri, dan pembiasaan kegiatan baik setiap hari. Termasuk di hari libur, anak-anak tetap diarahkan menyelesaikan tugas harian yang harus dilaporkan secara daring. Untuk itu para guru selalu memantau anak-anak melalui grup kelas.



Anak-anak dibiasakan untuk sholat shubuh, mandi pagi dan gosok gigi, membantu orang tua, sholat dhuha, mengaji, dan semua kegiatan itu wajib didokumentasikan. Sebagai usaha mewujudkan sekolah juara, memanfaatkan produk internetnya Indonesia di daerah yang jauh dari jangkauan tower pemancar sinyal adalah pilihan terbaik.

Sekarang, anak-anak di desa tidak lagi asing dengan sistem belajar yang familiar diselenggarakan di kota-kota besar. Dengan biaya pendidikan yang sesuai isi kantong, fasilitas seadanya, dan guru-guru berdedikasi tinggi, sistem pembelajaran modern dapat diwujudkan. Semua ini, adalah salah satu berkah dari keberadaan IndiHome di Indonesia. Internet tanpa batas, yang berhasil menghancurkan segala bentuk keterbatasan fasilitas untuk mewujudkan kesuksesan anak bangsa di masa depan.

Kecanggihan teknologi bisa merata, tapi kesempatan baik hanya menghampiri orang-orang yang mau mengambil risikonya

 Referensi:

Channel YouTube MIM Sebelas Jombang

https://money.kompas.com/read/2021/09/06/164309226/jumlah-pelanggan-indihome-milik-telkom-tumbuh-114-persen-di-semester-i-2021

APJII: Pengguna Internet Indonesia Tembus 210 Juta pada 2022 (dataindonesia.id)

https://databoks.katadata.co.id/datapublishembed/122968/pendapatan-indihome-tumbuh-242-pada-semester-i-2021



  • Share:

You Might Also Like

0 comments