Review Janji Cinta Untuk Kirana

By Dunia Kifa - February 01, 2022

 

Persahabatan dan cinta

Agaknya cerita tentang persahabatan dan cinta remaja itu tak pernah lekang oleh waktu. Meskipun rasanya terlalu dewasa buat baca Janji Cinta Untuk Kirana, novel remaja ini sukses tuntas kubaca dalam sehari. 

Kisah Serupa

Ketertarikan pada novel ini secara pribadi bukan tanpa alasan. Sekilas baca blurb di sampul belakangnya mengingatkanku pada masa remaja seusia mereka. Di novel ini, ada Kirana, Jiwo dan Arya yang duduk di kelas XI. Tahulah, masa SMA selalu penuh dengan cerita cinta. Maklum, pubertas remaja kebanyakan terjadi di usia ini. 

Ketiga remaja ini terhubung dalam persahabatan yang indah dan erat. Mereka saling menyayangi, atas nama sahabat. Bayangkan saja, kompak sejak SD sampai SMA, satu sekolah, sudah seperti saudara kandung saja. 

Satu perempuan, dua kawan lelaki. Bedanya denganku, aku satu perempuan dan sekitar 7-8 kawan lelaki yang sering bersama dalam banyak kegiatan. Bagi anak-anak, perasaan cinta itu mustahil muncul dalam persahabatan. Maka jangan heran jika ada remaja yang berani berjanji untuk tidak saling jatuh cinta. 

Masalah baru muncul setelah para remaja masuk masa puber. Benih-benih perasaan yang sulit dikendalikan itu muncul begitu saja, tanpa rencana. Lalu dengan mudah menghancurkan persahabatan yang susah payah dibangun bertahun-tahun. Klasik, tapi nyata di dunia remaja yang beranjak dewasa. 

Latar Belakang Persahabatan

Umumnya, persahabatan terjadi karena adanya kecocokan. Bukan lagi pertimbangan soal isi dompet atau tampang, tapi lebih kepada penerimaan dan perasaan nyaman. Bukankah ini termasuk harta yang mahal sekaligus langka? 

Dalam kisah ini, Kirana adalah anak ketiga keluarga yang harmonis. Dua kakaknya lelaki, praktis dia sudah terbiasa bergaul dengan kaum adam sejak kecil. Mamanya adalah wanita penyayang, lembut, pintar masak, sungguh sosok ibu favorit di seluruh dunia. 

Sementara Arya, adalah anak dari keluarga biasa yang senang menulis. Keluarganya bukan keluarga kaya, sehingga ia harus menabung dengan honor tulisannya untuk membeli barang-barang yang diinginkannya. Di sekolah, Arya selalu berprestasi. Meskipun tampangnya biasa saja, Arya berhasil membuat Sisi, salah satu primadona di sekolah itu tertarik. 

Berbeda dengan kedua sahabatnya, Jiwo adalah anak tunggal keluarga kaya. Papi maminya yang selalu sibuk dan sering bertengkar saat bersama membuatnya seperti menemukan keluarga baru saat bersama Kirana dan Arya. Jiwo-lah yang paling sering mentraktir, membayar belanjaan temannya, hingga memberi tumpangan saat pulang tanpa rasa terpaksa. 

Cinta Dalam Persahabatan

Cinta selalu mampu menjadi masalah besar dalam setiap persahabatan. Seolah makhluk tak berwujud ini punya dendam pribadi dengan istilah sahabat antar lawan jenis. Apakah cinta ditakdirkan merusak persahabatan? 

Kebersamaan ketiga remaja itu mengantarkan pada muara perasaan yang sama: Kirana. Jiwo dan Arya harus mengakui bahwa mereka menyimpan rasa yang begitu kuat  dengan  Kirana. Sementara Kirana, tanpa sadar lebih menyayangi Arya daripada Jiwo. 

Sampai di sini, aku merasa beruntung tidak mengalami perasaan se-dramatis itu. Hanya saat menjelang kelulusan, ada salah satu sahabat yang mengakui perasaannya padaku. Sebuah pengakuan polos, tanpa ajakan untuk saling menjaga rasa, tanpa pertanyaan bagaimana perasaanku padanya, juga tanpa janji semanis kampanye. 

Untung, karena setelah lulus kami tak bisa lagi saling bersua seperti biasa. Waktu mengajarkan kami untuk ikhlas dengan jalan hidup dan takdir masing-masing. Tak perlu ada konflik dengan sahabat yang lain, tak perlu memupuk cemburu karena perasaan yang cenderung masih labil. 

Sementara Kirana, Arya dan Jiwo berbeda. Janji cinta yang harusnya mereka abaikan dalam sebuah persahabatan itu diuji. Hingga Jiwo yang sedang menghadapi pertengkaran kedua orang tuanya merasa semakin hancur saat mengetahui Arya dan Kirana saling menyimpan rasa. 

Rasa sakit itu menggema, hingga Jiwo kehilangan arah, terjerumus dalam narkoba dan sulit untuk kembali. Ah, novel ini kembali menegurku: betapa beruntungnya kamu dengan persahabatanmu yang dulu. Kau dan temanmu tak ada yang sampai bunuh diri menghadapi masalah hidup saat merasa sendiri. 

Baik, rasa penasaran akan Janji Cinta Untuk Kirana ini terbayar sudah saat mataku sampai di halaman akhir. Ah, akhirnya... Lega, sekaligus nyesek. Harusnya Jiwo bertahan dan kuat, bukan malah lemas tak berdaya lalu memilih menyerah... 


Judul buku: Janji Cinta Untuk Kirana

Penulis: Annora Putri

Penerbit: Andi Yogyakarta


  • Share:

You Might Also Like

2 comments