Cara Menerima Takdir Maha Sempurna di Tengah Ketidaksempurnaan Rasa

By Dunia Kifa - February 18, 2021

 

Takdir Maha Sempurna


 Dari tujuh milyar manusia di bumi, berapa banyak yang bisa menganggap bahwa hidupnya penuh dengan takdir Maha Sempurna? Separuhnya? Atau hanya sepertiga? Sampai saat ini tidak ada penelitian empiris yang bisa membuktikan jumlah penduduk bumi yang merasa bahagia dengan takdirnya. Hanya ada hasil studi yang menyatakan bahwa Finlandia adalah negara dengan penduduk paling bahagia di dunia.

Tak penting berapa jumlah orang yang bisa merasa bahwa takdirnya adalah sempurna. Jauh lebih penting adalah bagaimana kita memaknai hidup dan setiap ketetapanNya. Agar hidup tidak merasa dikhianati oleh takdir. Merasa bahagia, sejatinya adalah sebuah pilihan. Ketika seseorang memiliki kendali atas dirinya, maka ia berhak memutuskan untuk bahagia atau sedih. Apapun yang terjadi.

Takdir Maha Sempurna: Sebuah Novel

Tidak ada seorangpun yang bisa memastikan takdirnya sendiri akan berjalan seperti apa. Adakalanya berjalan sesuai harapan. Sebagian besar yang lain, harus diperjuangkan agar bisa diterima oleh seluruh akal kehidupan.

Patli Khailani, adalah nama tokoh utama dalam kisah ini. Rasanya sulit membedakan kisah yang dituturkan dengan kisah asli sang penulis. Selama membaca novel ini sejak pertama membuka sampai halaman terakhir, rasanya kisah ini begitu melekat dalam benak sang penulis. Sehingga alasan terbesar untuk menuliskannya adalah mengabadikan kisah dalam sebuah karya.

Novel berjudul Takdir Maha Sempurna karya Patli (nama yang unik ya?) ini berkisah tentang perjuangan, keteguhan hati, dan penerimaan. Sungguh, dalam kacamata manusia biasa kisah hidup yang harus dijalaninya sangat jauh dari kata sempurna. Keterbatasan ekonomi, pandangan negatif orang-orang, menemani ambisinya untuk meraih prestasi terbaik di sekolah.

Umumnya pelajar yang tidak berprestasi bisa beralasan dengan keterbatasan ruang dan kemampuan untuk belajar. Tapi Patli, meskipun saat sekolah harus bergantian seragam dengan abangnya, tak mau kalah atau menyalahkan keadaan. Di bagian awal, novel ini dibuka dengan kalimat luar biasa:

“Bagaimana mungkin kami sedih dan kecewa, sementara rezeki dan azabNya adalah dua hal yang tidak mungkin tertukar”

Patli Khailani

Ia memilih bertahan, terus berjuang, menjauhi rasa lelah dan ingin menyerah, hingga hidup dan kemiskinan yang menyerah padanya. Ia menang. Tapi hidup tak akan berhenti memberi cobaan selama nafas kehidupan masih terus berhembus. Bukankah cobaan itu adalah pertanda kasih sayang Tuhan untuk meningkatkan derajat seseorang?

Begitulah hidup. Bahkan setelah Patli menemukan cinta sejatinya, hidup menghancurkan semua harapan dan bangunan kebahagiaan yang telah berhasil disinggahinya. Keluarganya berantakan, adiknya sakit, dan yang paling menyesakkan, ia harus merelakan kekasihnya pergi. Bukan karena hilangnya rasa cinta. Tapi karena ia tahu, menahan tidak akan memperbaiki keadaan.

Kekuatan Terbesar: Doa Ibu

Doa ibu, adalah senjata paling ampuh untuk menerjang segala bentuk ujian. Patli berutung memiliki senjata itu seutuhnya. Doa ibunya-lah yag mengantarkannya ke Eropa dalam sebuah ajang Jambore Internasional. Doa ibunya pula yang menjaganya saat jauhd ari rumah dan bertahan hidup sendirian tanpa bekal. Sampai akhirnya, Patli bisa menyelesaikan gelar sarjana Ilmu komunikasinya dengan penuh drama.

Ibu, adalah sosok paling istimewa di hati anak-anaknya. Ia tak peduli pada seberapa perih luka yang pernah dihujamkan orang-orang di sekitarnya. Demi anak, dan demi kebahagiaan dirinya sendiri, ibu Patli memilih bercerai dari suaminya. Perlahan tapi pasti, usahanya terus berkembang. Satu pesan Sang Ibu yang dijaganya baik-baik:

“Teruslah berbuat baik anak--anakku, tunjukkan pada dunia bahwa bahagia itu pilihan, derita itu adalah salah satu cara Tuhan menguatkan.”

Maka jangan pernah merasa menjadi manusia paling menderita di dunia. Karena sejatinya hidup kita ada dalam rencana takdirNya yang Maha Sempurna. Separah-parahnya ujian yang harus kita hadapi, masih ada orang-orang lain yang harus menjalani ujian lebih berat.

 

Judul Buku : Takdir Maha Sempurna

Penulis : Muhammad Patli Khailani

Penerbit : CV Garuda Mas Sejahtera (nulisbuku.com)

Tahun Terbit : 2011

 

 

  • Share:

You Might Also Like

0 comments