Sunday 3 April 2022

Ziarah Kubur Sebelum Ramadhan, Penting kah?

Ziarah-kubur


Cerita tentang ziarah kubur ini mengingatkanku pada salah satu perjalanan. Suatu siang yang terik di ujung kemarau tahun lalu, saya dan adik bermotor menuju kebun kurma Pasuruan. Tiba-tiba jalan yang kami lalui melintasi desa asal nenek. Di ujung desa itu terletak makam nenek.

 

"Eh, kelewatan... Kita nggak mampir?" Tanyaku pada adik yang memegang kendali setir. Aku baru sadar itu makam nenek setelah kami melewatkannya. 

"Mampir kemana? Kita ga ada agenda mampir, lho?" Jawaban adik datar. Ya, sih... Tapi kan kupikir kita jarang lewat sini... 

"Itu tadi makam Mbah... " 

"Nggak usah, kapan-kapan aja." Kata adek santai, aku menurut. Kami lanjutkan perjalanan menuju kebun kurma, pulang mampir masjid Cheng Ho, dan tidak lagi melewati jalan desa tempat nenek dimakamkan. 

Kata ziarah selalu lekat pada makam, yang tak lagi menyimpan jiwa orang-orang meninggal. Hanya ada batu nisan dan tulang belulang manusia terkubur di bawahnya. Hanya ada pepohonan yang menguar sepi, menghembuskan dingin tanpa sapa. Salam kita tak berjawab. Atau mungkin dijawab para penghuni tak kasat mata, hanya kita yang tak mampu mendengar. 

Makam nenek


Untuk apa sebenarnya pergi ke makam? Berziarah dan berdoa, seolah perasaan sedang berkunjung ke rumah mereka yang telah tiada. Padahal tidak, sekalipun tak akan pernah kita bisa berjumpa mereka yang tinggal di alam berbeda. Hanya untaian doa yang melangit bersama rindu, mungkin sampai pada mereka melalui kuasaNya. 

Maka ziarahku tidak untuk berkunjung. Mereka yang telah pergi tak akan pernah kembali, dan selalu kuyakin jiwa mereka ada dalam penjagaanNya. Ziarahku adalah mendidik diri sendiri, bahwa kelak jasad akan dikubur seperti mereka, lalu ditinggalkan tanpa sepeserpun harta. Bahwa tak lagi berhubungan dengan hal duniawi adalah pertanda, masa mencari bekal untuk kehidupan abadi telah usai. 

Ziarahku adalah ungkapan rindu, pada mereka yang mampu menasehati tanpa temu. Sungguh, rindu itu tak pernah usai, justru mengharu dan kujaga jauh di relung ingatan. Rindu, yang menuntunku merapal doa agar mereka mendapat tempat terbaik di sisiNya. 

Lalu seringkali, rindu tak mampu membawa langkahku ke tempat mereka dikebumikan. Tidak setiap Ramadhan, bahkan tak ada jadwal khusus mengunjungi mereka di pemakaman. Tapi kupastikan, doa kulantunkan setiap usai sujud di setiap penanda hari, untuk mereka yang kusayang, meski hanya kukenal dalam nama.

Ziarah paling jauh, adalah menelusuri jejak kebaikan mereka yang telah tiada. Seperti sebuah perjalanan ke masa lalu, tanpa peta dan jelas tak akan berujung temu. Doa-doa merantai, berkelindan menuju singgasanaNya, menyampaikan harap, semoga pertemuan di kehidupan abadi bernama surga akan menjadi pelipur rindu yang kian membiru. 

Pada faktanya kami, saya dan adik, memang jarang sekali ziarah ke makam kakek dan nenek. Kakek dan nenek dari ibu yang dimakamkan di Gunungkidul hanya kami kunjungi saat ke sana dengan alokasi waktu agak longgar (beberapa hari).  Kalau hanya sebentar, bisa berkunjung dan berkumpul semua saudara ibu saja sudah bahagia rasanya. 

Kakek dari ayah dimakamkan tidak jauh dari rumah sini. Kami, eh saya biasanya berziarah ke makam kakek ketika ada keluarga yang meninggal dan dimakamkan di sana. Karena makam itu adalah makam keluarga. Tidak ada waktu khusus, termasuk sebelum ramadhan. 

Sementara nenek dari ayah dimakamkan di desa asalnya, sekitar 3 jam dari rumah. Kami jarang sekali berziarah ke sana. Terakhir beberapa bulan lalu, saat ada urusan di kantor desa kami mampir. Bukan untuk melepas rindu, tapi mendoakan kemudian pulang. 

Ziarah kubur menjadi penting, bagi orang-orang yang tak mau percaya kehidupan akhirat itu nyata agar lembut hatinya. Sekaligus bisa dianggap tidak terlalu penting, jika hanya dijadikan rutinitas tanpa paham makna di baliknya. 



6 comments:

  1. This is really interesting, You are a very skilled blogger 스포츠토토

    ReplyDelete
  2. 토토
    Your article is extremely attractive and interesting, hopefully more people will know and visit your blog.

    ReplyDelete
  3. 스포츠중계
    This is an awesome article, Given such an extraordinary measure of data in it

    ReplyDelete
  4. Ziarah awal Ramadhan is a tradition in Indonesian Islam to honor the dead and remind them of Allah's love. It includes several prayers, such as praising the dead, praising the dead, and praising the dead. The prayer is meant to be a source of comfort and peace for both the deceased and the deceased.motorcycle accident attorney virginia beach

    ReplyDelete
  5. Ziarah kubur adalah wujud nyata dari penghormatan dan doa untuk orang-orang yang telah meninggal. Ziarah kubur dianggap sebagai bentuk dukungan spiritual bagi orang-orang yang telah meninggalkan dunia ini. Ziarah kubur juga menjadi wujud nyata dari penghormatan dan pengingatan terhadap orang yang telah meninggal. Ziarah kubur juga menjadi momen refleksi tentang kehidupan dan kematian. Ziarah kubur dapat bervariasi tergantung pada keyakinan dan nilai-nilai keagamaan seseorang. Ziarah kubur juga bisa menjadi momen untuk memperkuat hubungan keluarga dan menjalankan tradisi turun-temurun. Ziarah kubur dapat mencakup kegiatan pembersihan dan perawatan makam. Ziarah kubur dapat menjadi kesempatan untuk introspeksi dan perbaikan diri. Ziarah kubur sebelum Ramadhan dapat dianggap sebagi persiapan spiritual. semi truck accident lawyers

    ReplyDelete
  6. The article also encourages engagement by readers sharing their experiences or asking questions about sisal rug selection and maintenance. Overall, the article is a valuable resource for anyone interested in learning more about sisal rugs. By incorporating these elements into your review comment, you can provide a thoughtful and constructive assessment of "Seven Reasons to Choose Sisal Rugs" while encouraging further engagement and discussion among readers.
    how many points is reckless driving in virginia

    ReplyDelete