Wisata Murah Menikmati Pesona Gunung Gambir Jember

By Dunia Kifa - July 16, 2021

 

pesona-gunung-gambir

Bagi Anda yang tinggal di Jember dan sekitarnya, ada banyak wisata alam yang bisa dinikmati. Mulai dari pantai, taman bermain, hingga gunung dan perkebunan. Salah satu wisata alam yang menyajikan hamparan kebun teh ada di PT Perkebunan Nusantara XII, yaitu wisata agro Gunung Gambir.

Hamparan kebun teh, pemandangan pegunungan, lembah, dan angin gunung yang sejuk  adalah pesona Gunung Gambir yang siap membuat setiap pengunjung merasa nyaman. Tempat ini cocok untuk menyegarkan pikiran, melipir sebentar dari segala bentuk kepenatan kota.

Kami, saya dan Reni, teman menulis di Komunitas One Day One Post berkesempatan mengunjungi Gunung Gambir pada 2 Juli 2021 setelah mengunjungi Pantai Paseban. Tujuan utamanya tentu saja refreshing. Kedua, berharap bertemu bunga anggrek liar yang bisa dibawa pulang, dan ketiga, berburu foto.

Sejarah Wisata Agro Gunung Gambir

Menurut salah satu penjual yang kami temui di lokasi wisata, Bu Emmy, kebun teh Gunung Gambir mulai dibuka untuk kunjungan umum pada tahun 2017. Sebelumnya, kebun ini beoperasi sebagai kebun saja. Setiap beberapa hari sekali ada lalu-lalang kendaraan untuk mengangkut hasil petikan pucuk daun teh dan pada tenaganya.

Pada tahun 2017, pengelola kebun berinisiatif menjadikannya sebagai tempat wisata setelah beberapa kali sebelumnya menerima kunjungan study tour, ada kolam renang dan villa yang disewakan. Beberapa titik di perkebunan itu dibangun jembatan, track, dan spot foto. Salah satu icon yang bisa menarik minat lebh banyak wisatawan untuk mendekat.

Hamparan kebun teh seluas 185 ha ini terbentang mulai dari kawasan Tanah Merah hingga Gunung Gambir. Di kanan dan kiri jalan menuju gerbang masuk, berjajar tumbuhan berwarna warni: kuning, merah, hijau, ungu, seolah menyambut setiap pengunjung yang datang dengan riang dan mengantar mereka yang pergi dengan kenangan.

Sebelum dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang ada sekarang, Bu Emmy menuturkan bahwa di awal pembukaan tempat wisata ini begitu sederhana. Hanya ada satu spot foto berupa jembatan panjang menuju tengah bukit. Kemudian disusul dengan pembangunan berbagai fasilitas lain.

Dulu, warung makanan ringan hanya berupa tenda kecil semi permanen yang bisa roboh jika dihantam hujan deras. Seiring waktu, manajemen perkebunan berinisiatif membuat satu lokal yang kini menjadi pujasera di kawasan wisata tersebut dan ditempati oleh 5 atau 6 pemilik kios.

Fasilitas Wisata

Apa saja yang pengunjung dapat setelah melewati jalanan lereng gunung yang sempit dan membuat khawatir pengemudi amatiran ini? Gunung Gambir yang mungkin belum dikenal oleh semua penduduk Jember ini memiliki beberapa poin yang bisa membuat pengunjung merasa nyaman setelah sampai:

1.       Spot Foto

Ada lebih dari 6 spot foto di lokasi wisata agro Gunung Gambir. Selain hamparan kebun teh yang estetik, segar dengan warna hijau dan nyaman dikelilingi meskipun tengah hari, ada beberapa titik yang sengaja dibangun sebagai tempat berfoto pengunjung.

Ada jembatan laying, jembatan menuju puncak bukit di tengah perkebunan, lambang bintang, pelangi, dan banyak lagi. Di bagian atas menuju villa dan kolam renang, juga tersedia gazebo yang bisa dimanfaatkan untuk istirahat sejenak setelah lelah berkeliling.

2.       Toilet

Kalian tidak perlu khawatir jika tiba-tiba kebelet saat berwisata di sini. Toiletnya bersih dan terawat. Jika kalian terbiasa dengan udara kota dan air yang biasa saja, maka saat berada di sini bersiaplah untuk mengunakan air sedingin es. Segar, sekaligus mengejutkan.

3.       Pujasera

Pujasera resmi yang dibangun oleh perkebunan ditempati sekitar 5-6 kios dengan menu sesuai ketersediaan penjual. Kalau diperhatikan, menu di tempat ini cukup lengkap. Ada bakso, mie ayam, nasi ayam geprek, ayam goring lalapan, dan sebagainya. Ada minuman dingin dan panas, lengkap.

Harganya pun relative terjangkau, sama seperti warung di kampung atau pinggiran kota. Bahkan lebih murah dari lodeh Mbok Semah. Tentu ini berarti lebih murah dari restoran atau kafe di kota besar. Cocok untuk tujuan wisata murah, kan? Tidak perlu isi dompet tebal untuk sampai di tempat ini. Selama bensin full, kondisi mesin untuk naik ke ketinggian 900 mdpl terjamin oke, seua akan baik-baik saja.

4.       Vila dan Kolam Renang

Saat kami berkunjung ke tempat ini, tidak menyempatkan diri untuk berjalan hingga bagian atas. Menurut Bu Emmy, di bagian atas lagi ada villa yang biasa disewakan untuk umum dan kolam renang. Saying, selama masa pandemi kolam renang tersebut ditutup untuk umum. Menurut sumber lain, pada 2018-2019 tarif villa tersebut hanya sekitar 1 jutaan bisa ditempati hingga 30 orang.

Bagaimana Jalan Menuju Kebun Teh Gunung Gambir?

Salah satu poin yang perlu diperbaiki wisata Gunung Gambir adalah akses jalannya. Untuk menuju tempat ini, jaraknya sekitar 19 km dari jembatan kembar Tanggul. Sampai di kawasan Kaliduren Jatiroto, jalan raya masih cukup lebar dan halus. Akan tetapi semakin ke dalam, akses jalan semakin sempit dan banyak yang rusak.

Semakin naik, jalan kembali haus dan berliku. Pengendara harus berhati-hati jika sewaktu-waktu harus bersimpang jalan dengan kendaraan dari arah depan. Pada beberapa tikungan tajam, sebaiknya bunyikan bel agar pengendara dari arah berlawanan waspada. Perjalanan ini mirip seperti kondisi jalan menuju Pantai Indrayanti di Gunungkidul.

pelani-gunung-gambir


 Protokol Kesehatan Wisata Gunung Gambir

Sejak pandemi datang, tempat wisata ini beberapa kali harus ditutup sesuai instruksi pemerintah. Aturan PSBB hingga PPKM darurat membuat tempat wisata harus menyesuaikan jam buka. Begitu juga dengan Wisata Gunung Gambir di Jember, setiap pengunjung yang masuk harus menggunakan masker. Ini merupakan upaya untuk tetap menghidupkan bisnis di tengah pandemi.

Pengunjung juga diwajibkan mengenakan masker selama berada di lokasi wisata, terutama ketika pengunjung padat. Tempat cuci tangan tersedia di banyak tempat, lengkap dengan sabun dan air mengalir. Adanya protokol yang ketat diharapkan tetap dapat menghidupkan sektor wisata sekaligus menjaga dan meningkatkan imun pengunjung agar semakin baik setelah dekat dengan alam.

Jujur, saya merasa kerasan selama berkunjung ke Gunung Gambir ini karena udaranya yang sejuk dan pemandangan yang menentramkan. Saat istirahat di gazebo, saya dan Reni bahkan sempat terlelap beberapa lama sebelum perut kami kelaparan dan memilih pindah ke pujasera untuk makan.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments