Review Janji: Novel Tere Liye Terbaru 2021

By Dunia Kifa - August 29, 2021

 

Janji-Tere-Liye




Bagiku, salah satu cara mudah mengenal dan menilai seseorang adalah dari ucapannya. Orang yang amanah, bisa dipercaya, teguh hatinya, akan selalu berusaha menepati janji. Tak peduli besarnya risiko atas usaha menepati janji itu. Janji adalah janji. Salah satu bentuk utang yang harus dibayar lunas.

Ya, orang-orang yang suka berjanji kemudian ringan saja mengingkari, tidak akan mudah mendapat penilaian baik. Jika janji kepada sesama manusia saja dengan mudah diingkari, apalagi janjinya kepada makhluk lain di bumi ini? Sama seperti logika: Orang yang mengabaikan ikrar syahadatnya kepada Tuhan, tidak akan mampu menjaga ikrar dirinya kepada orang yang dicintainya sekalipun.
Maka, jangan macam-macam dengan orang yang pandai menjaga janji. Kekuatannya bisa mengalahkan manusia biasa yang tinggal di bumi ini. Keteguhan hatinya mampu meluluhkan ujian terberat sekalipun. Seperti kisah yang harus dilalui Bahar, tokoh utama dalam novel “Janji” karya Tere Liye di tahun 2021 ini.

Novel Janji Tere Liye

Hei, ada berapa banyak novel karya Tere Liye yang sudah kalian baca? 10? 20? Jujur, aku belum semuanya. Mayoritas ketemu di perpustakaan malah, selebihnya pinjam. Penulis serial Bumi yang best seller di setiap episodenya ini sudah menulis  48 judul buku yang terbit secara fisik, lho. Belum termasuk buku yang hanya terbit dalam bentuk e-book. Kalau kita belum baca separuhnya, ya jangan terburu-buru menilai penulisnya seperti apa. Hehe.

Novel Janji ini, dapat kubaca setelah pinjam adek sepupu yang baru dibelikan mamanya, tanteku. Kebetulan (eh, nggak ada kebetulan di dunia ini) tempo hari Tere Liye mengunjungi pondok tempat tante mengajar. Beliau tahu putri dan keponakannya suka baca buku Tere Liye. Semua koleksi adek di rumahnya memang sering kupinjam untuk baca.

Nah, karena acara itu tidak dibuka untuk umum, kami nggak boleh ikut. Sebagai ganti, tante beli 2 buku terbarunya: Lumpu dan Janji. Aku lebih tertarik pada Janji, mungkin karena faktor usia. Haha… iya kan, Om Tere sendiri yang bilang kalau serial bumi-bulan-matahari sampai Lumpu-Si Putih dan yang terbaru versi e-book: Bibi Gill itu cocok untuk usia remaja.

Karena tulisan ini adalah review novel Janji, maka biar kuceritakan sedikit hasil pengalamanku membacanya selama dua hari. Novel Janji ini berkisah tentang perjalanan hidup Bahar. Seorang anak yatim piatu yang dititipkan di sekolah agama oleh neneknya karena wanita tua tak sanggup mendidiknya. Bahar bukan anak biasa. Ia adalah anak yang cerdas, sekaligus Bengal.

Setahun di sekolah agama tidak membuatnya otomatis menjadi anak penurut. Bahkan ia sering menyelinap keluar, mendatangi lapo (kedai tuak) dan bergabung dengan orang-orang dewasa. Hampir setiap hari ia membuat ulah dan jahil dengan teman atau guru. Bayangkan, guru mana tahan dengan murid model begini?

Sampai suatu hari, Bahar menjadi penyebab Gumilang meninggal. Tidak, Bahar tidak membunuhnya. Bahar “hanya” bermain kembang api yang lebih mirip meriam di waktu dini hari. Apinya menyentuh bangunan pondok yang masih semi permanen, menghanguskan apapun yang ada di dekatnya. Gumilang ada di dalam bangunan itu, tidak bisa diselamatkan.

Siang harinya, Bahar pergi dari sekolah agama. Buya yang tak tahu lagi harus mendidik dengan cara apa, mengizinkannya. Mungkin saat itu, para siswa, guru, orang tua, bahkan masyarakat sekitar tidak ada yang keberatan atau kehilangan atas kepergian Bahar. Mereka lebih sibuk mengurus pemakaman Gumilang dan memperbaiki asrama. Tidak seorang pun peduli kemana Bahar pergi.

Sampai lima puluh tahun kemudian, sekolah agama itu masih berdiri. Lebih megah, lebih ramai, lebih terkenal di seluruh penjuru negeri. Seperti layaknya sekolah, atau lembaga pendidikan apapun. Pasti ada siswa yang baik, berprestasi, biasa saja, ada juga yang nakal dan sulit dinasehati.

Tahun ke-50 setelah kepergian Bahar, muncul 3 serangkai, anak-anak super jahil di sekolah itu. Bayangkan, satu saja sudah merepotkan. Ini ada tiga, berkomplot pula. Buya yang memimpin sekolah agama kini adalah putra buya pendiri sekolah saat Bahar masih belajar di sana. Buya muda ini suatu hari mendapati jejak kenakalan 3 serangkai yang sulit diampuni.

Alih-alih mengusir (sebenarnya itulah yang mereka harapkan), Buya justru memberi tugas berat kepada mereka: mencari jejak Bahar. Apa istimewanya Bahar, sampai Buya memberikan bekal dan kontak jaringan alumni yang bisa mereka manfaatkan dimanapun berada? Ternyata tugas itu berawal dari sebuah mimpi. Kemudian perjalanan tiga sekawan itu juga ditutup dengan mimpi yang sempurna.

Janji: Sebuah Ikrar Yang Harus Ditepati Meski Bertaruh Mati

Janji, adalah sebuah novel tentang kisah asmara, perjuangan, keteledoran, rasa sakit, keteguhan hati, juga petualangan. Ada banyak pelajaran yang bisa diambil setelah membaca novel ini. Sangat cocok dibaca oleh remaja dan dewasa yang tertarik untuk menyimak sebuah kisah hidup penuh makna.

Sungguh, perjalanan hidup kita sebagai manusia biasa selalu luar biasa. Sesulit apapun ujian yang harus dihadapi, selalu ada hikmah yang bisa diambil. Sayang, kita tidak selalu pandai memahami hikmah itu. Bacalah novel ini, sehingga paham nasehat yang disampaikan Haryo kepada Bahar adalah benar:

Bukankah banyak sekali hal-hal baik dari semua kejadian itu yang bisa dikenang? –hlm 417

Setelah semua rasa sakit dan keinginan untuk melupakan masa lalu, Bahar harus bisa menjawab pertanyaan: Bukankah Tuhan baik sekali kepada Mas Bahar? Sebuah pertanyaan yang menusuk nalurinya sebagai manusia. Kemudian memberinya kekuatan untuk memeluk erat setiap luka, demi masa depan yang jauh lebih baik.

Novel Janji ini sudah bisa dibeli di toko buku resmi yang tersebar di Indonesia.



Penerbit: SABAK GRIP NUSANTARA

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-623-97262-0-1

Jenis Edisi: Edisi Reguler

Jenis Cover: Soft Cover

 

  • Share:

You Might Also Like

3 comments

  1. Maka, jangan macam-macam dengan orang yang pandai menjaga janji. Kekuatannya bisa mengalahkan manusia biasa yang tinggal di bumi ini.

    Masyaallah...tabarakallah. makasih banyak mba

    ReplyDelete
  2. Novel pengembangan diri, dari review yang disampaikan, sepertinya lebih ke tema perjalanan hidup yang filosofi. Terimakasih mbak sakif, saya jadi penasaran euyy

    ReplyDelete
  3. Masyaallah...asli penasaran, janji apa? siapa yang janji?

    betewe, kemana harus cari pinjaman buku ini ? eheheh

    ReplyDelete